N0vember 2010
Garuda di dadaku
SEMANGATMU (TIMNAS) ADALAH SEMANGATKU
Derap langkah terhentak pasti. Menggetarkan antero Glora Bung Karno. Semangat dalam jiwa jangan di nodai. Dengan tekanan dan beban.
Bukan!
Bukan masalah menang atau kalah. Tapi semangatmu adalah semangatku.
Tidak!
Kita tidak kalah. Bukankah kita telah berpesta?
Tujuan kita adalah kebahagiaan. Dan Indonesia telah menggenggamnya jauh sebelum laga final berdendang.
Rentang jarak bukan jaminan. Ras dan suku tak jadi penghalang. Meski Okto dari pulau seberan nun jauh di sana, dia bisa menjadi sahabat Irfan.
Meski logat Firman tak seperti logat Cristian, tapi mereka dapat membuktikan di lapangan bahwa mereka adalah teman.
Bukan! Bukan tentang kalah ataupun menang kawan! Tapi tentang semangat kebersamaan negara ini yang telah lama terpendam. Dan kalian telah berhasil menyalakan kembali api semangat dalam persatuan.
Dalam sebuah keadaan, jiwa kita satu. Tahukah kau kenapa wahai kawan? Detik ini sanubari kita merasakan hal yang sama. Berdoa dan mengibarkan bendera semangat patriot bangsa.
Bukankah kalian adalah pemenang? Yang berhasil memenangkan hati bangsa Indonesia tercinta. Pemain ke 12 bangsa.
Bahkan lawan kita tak merasakannya. Tak merasakan jiwa yang berkobar dan menggemakan nama merah putih dalam bibir dan dada mereka.
Seperti semangat pasukan merah putih yang menggenangi daratan GBK dengan lautan merah tak bertepi.
Apakah euforia yang di rasakan pasukan merah putih ibu pertiwi kita juga bergema di negara tetangga?
GKB beralih fungsi menjadi pemersatu dalam perbedaan budaya dan suku di negeri kita.
Kawan,
Meski keletihan merayap, semangatmu berkobar hingga titik peluh terakhirmu. Bukan tentang piala atau thropy. Tapi tentang kemenangan sejati.
Kemenangan yang membuat iri lawan-lawan kita.
Bangsa Indonesia tumpah di GBK.
Bukan!
Ini bukanlah nasehat atau petuah dari goresan kecil tangan anak ingusan. Karena sebuah kata takkan mampu memecahkan batu karang. Goresan tangan takkan mampu membelah gunung atau membalikkan dunia. Tak perlu menasehati seorang guru apa yang harus ia ajarkan kepada muridnya. Karena seorang guru lebih tahu apa yang terbaik untuk muridnya. Tapi ini tentang gejolak hati yang tertuang pada coretan tangan si anak ingusan.
Suasana haru biru di Indonesia, bukanlah suasana kekalahan. Tapi penghormatan bagi laskar garuda. Karena kobaran api semangat dalam dada garuda Indonesia takkan pernah padam.
Karena semangatmu adalah semangatku.
Garuda di dadaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar